Perkasa?





Tetiba matahari memendar,
Cahayanya seakan terpisah,
Sedikit-sedikit mengenai kulit,
Terhalang oleh sunblock warna kulit.

Pun, bulan tetiba menyuruk,
Menyembunyikan dirinya yang ternyata buruk,
Tentu saja, bersembunyi di gemerlap bintang adalah satu diantara keputusan yang bijak,
Karena dengan indahnya bintang, orang tak lagi peduli.

Lantas, aroma oksigen seakan mencekik leher?
Bagaimana bisa?
Setiap hirupannya ternyata tidak menyegarkan, melenakan, membuat kita menjadi begitu sok perkasa.
Baru saja ditarik sedikit nikmat dari oksigen itu,
Langsung menggelayut memohon pada Tuhan. Bodoh sekali bukan?

Lantas apalagi?
Angin katamu telah kau ikat.
Badai ujarmu telah kau rumahkan.
Ombak katamu  telah kau perintahkan untuk menari lembut?
He...
Kau pikir kau perkasa?
Padahal yang kau lakukan hanya bermetafora dengan kehidupan ini?
Padahal kau selalu bersembunyi dari segala sikap keji?

Eza Budiono

Komentar